
Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar webinar bertajuk “Strategi Lulus Tepat Waktu” pada Jumat (3/7/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB tersebut diikuti oleh tidak kurang dari 55 mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam sebagai bagian dari pembinaan akademik untuk meningkatkan kualitas penyelesaian studi.
Webinar menghadirkan Ketua Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, Dr. H. Muhammad Fahmi, S.Pd.I., M.Hum., M.Pd., sebagai narasumber utama yang membahas strategi akademik dalam menyelesaikan studi magister secara efektif, dan dimoderatori oleh Salsabila (Mahasiswi MPAI). Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan tesis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga dipengaruhi oleh motivasi, regulasi diri, dan kemampuan mengelola waktu.
Dalam pemaparannya, Dr. Fahmi menjelaskan bahwa mahasiswa perlu memiliki tujuan yang jelas sejak awal perkuliahan. Dengan target yang terarah, mahasiswa akan lebih mudah mengatur prioritas, menjaga konsistensi, dan menyelesaikan setiap tahapan penelitian sesuai jadwal.
“Tesis bukan pekerjaan yang dimulai pada semester akhir. Persiapannya justru dapat dimulai sejak semester pertama melalui berbagai penugasan artikel penelitian pada setiap mata kuliah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa setiap tugas penelitian selama perkuliahan dapat diarahkan pada tema yang beririsan sehingga secara bertahap berkembang menjadi proposal tesis. Cara tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan memulai penelitian dari awal ketika memasuki semester akhir.
Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk meningkatkan kemampuan literasi akademik melalui kebiasaan membaca artikel ilmiah, memahami perkembangan penelitian terkini, serta menyusun argumentasi ilmiah secara sistematis. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting dalam menghasilkan tesis yang berkualitas.
Menurut Dr. Fahmi, pemilihan topik penelitian juga menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan penyelesaian tesis. Mahasiswa disarankan memilih topik yang realistis, sesuai dengan kompetensi, serta didukung oleh ketersediaan data penelitian. Topik yang terlalu luas sering kali menyebabkan proses penelitian menjadi lebih panjang dan sulit diselesaikan.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang intensif dengan dosen pembimbing. Proses bimbingan bukan hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi merupakan ruang diskusi ilmiah yang dapat membantu mahasiswa menyempurnakan rancangan maupun hasil penelitiannya.
Selain aktif berkonsultasi dengan dosen, mahasiswa dianjurkan membangun budaya diskusi bersama teman sejawat. Diskusi akademik dinilai mampu memperkaya perspektif penelitian sekaligus menjadi sarana saling memberikan motivasi ketika menghadapi berbagai tantangan selama proses penyusunan tesis.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Fahmi memaparkan roadmap penyelesaian tesis yang terdiri atas enam tahapan utama, yaitu pengajuan judul, penyusunan proposal, seminar proposal, pengumpulan dan analisis data, penyusunan hasil penelitian, dan seminar hasil. Seluruh tahapan tersebut diharapkan dapat menjadi panduan bagi mahasiswa dalam mengelola proses penelitian secara sistematis.
Ia menekankan bahwa proses penyusunan tesis membutuhkan mental yang tangguh serta komitmen untuk menjaga progres penelitian setiap hari. Konsistensi menjadi salah satu kunci utama keberhasilan, karena penelitian yang dilakukan sedikit demi sedikit secara berkelanjutan akan lebih mudah diselesaikan dibandingkan pekerjaan yang dilakukan menjelang batas waktu.
Dr. Fahmi juga menjelaskan bahwa penentuan dosen pembimbing dilakukan oleh program studi berdasarkan kesesuaian bidang kepakaran dosen dengan topik penelitian mahasiswa. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses bimbingan sekaligus mempercepat penyelesaian penelitian.
Pada kesempatan yang sama, ia turut memperkenalkan kebijakan Rekognisi Luaran Artikel Ilmiah (RLAI) yang ke depan dapat dimanfaatkan sebagai pengganti ujian tesis. Meskipun saat ini masih menunggu penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), mahasiswa didorong untuk mulai membangun budaya publikasi ilmiah melalui jurnal bereputasi internasional.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan terkait strategi menentukan topik penelitian, membangun konsistensi menulis, hingga peluang publikasi artikel ilmiah sebagai bagian dari penyelesaian studi. Melalui webinar ini, Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Ampel Surabaya berharap mahasiswa memiliki kesiapan akademik yang lebih baik sehingga mampu menyelesaikan studi secara tepat waktu tanpa mengurangi kualitas penelitian yang dihasilkan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen program studi dalam membangun budaya akademik yang produktif dan berorientasi pada mutu [MF].