KKN 03 UIN Sunan Ampel Surabaya Hadirkan Seminar Manajemen Masjid, Dorong Regenerasi Takmir dan Penguatan Peran Masjid di Desa Sambirejo

Fakultas Ushuludin & Filsafat
July 22, 2026

KKN 03 UIN Sunan Ampel Surabaya Hadirkan Seminar Manajemen Masjid, Dorong Regenerasi Takmir dan Penguatan Peran Masjid di Desa Sambirejo

Ngawi – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 03 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar Seminar Manajemen Masjid bertajuk “Mimbar ke Pemuda: Strategi Regenerasi Manajemen Masjid” di Aula Pascasarjana UNIDA Gontor Putri, Ngawi, Sabtu (11/7/2026). Seminar menghadirkan Prof. Dr. KH. Zainul Abas, S.Ag., M.Ag., Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN Raden Mas Said Surakarta sebagai narasumber utama.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program pengabdian KKN 03 UINSA di Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi ini diikuti sekitar 70 peserta, terdiri atas FORSIMAL (Forum Silaturahmi Masjid dan Langgar) Desa Sambirejo, takmir masjid, remaja masjid, guru TPA, serta Karang Taruna se-Desa Sambirejo. Antusiasme peserta terlihat dari jalannya diskusi yang membahas pentingnya regenerasi kepengurusan masjid agar mampu menjawab tantangan zaman.

Dalam sambutannya, Koordinator Desa KKN 03 UINSA, Satria Anugrah Dwi Septy Dharamawan, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya seminar tersebut. Menurutnya, kehadiran Prof. Zainul Abas menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi mahasiswa dan masyarakat untuk terus memperkuat tata kelola masjid. Ia berharap kegiatan ini menjadi awal lahirnya kolaborasi yang lebih erat antara mahasiswa, FORSIMAL, takmir masjid, remaja masjid, guru TPA, dan masyarakat dalam memakmurkan masjid.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. KH. Zainul Abas menegaskan bahwa sejak masa Rasulullah SAW, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, dakwah, pembinaan sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan masjid harus dibangun di atas nilai ketakwaan serta orientasi mencari ridha Allah agar keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi umat.

Beliau menjelaskan bahwa pengelolaan masjid yang baik bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu Riayah, Idarah, dan Imarah. Riayah berfokus pada pemeliharaan fasilitas agar masjid tetap bersih, nyaman, dan ramah bagi seluruh jamaah. Idarah menekankan pentingnya administrasi yang tertata, kepengurusan yang profesional, transparansi keuangan, serta pemanfaatan teknologi sebagai sarana pelayanan. Sementara Imarah diarahkan pada penguatan kegiatan ibadah, pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi umat sehingga masjid semakin hidup dan bermanfaat.

Lebih lanjut, Prof. Zainul Abas memperkenalkan konsep Masjid Transformatif, yakni masjid yang tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga mampu memberdayakan masyarakat. Menurutnya, program masjid harus diarahkan untuk membangun kemandirian umat melalui pendampingan, pengembangan potensi, dan pemberdayaan kelompok yang membutuhkan, sehingga masjid benar-benar menjadi pusat perubahan sosial.

Sementara itu, Ketua Pelaksana, M. Iqbal Putra Tawakal, menyampaikan bahwa Seminar Manajemen Masjid dan Pra Launching Pedoman Belajar Mengaji merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN 03 UIN Sunan Ampel Surabaya dalam memperkuat tata kelola masjid sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di Desa Sambirejo. Ia berharap kegiatan ini mampu mempererat sinergi antara mahasiswa, pengurus masjid, FORSIMAL, dan masyarakat dalam menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat.

Seminar berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat. Melalui kegiatan ini, KKN 03 UIN Sunan Ampel Surabaya menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan program pengabdian yang berdampak bagi masyarakat. Diharapkan hasil seminar ini dapat menjadi inspirasi bagi pengurus masjid dan generasi muda untuk bersama-sama membangun manajemen masjid yang profesional, berkelanjutan, serta menjadikan masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat di Desa Sambirejo. (Red)

Tag Post :

Categories