Ngadirejo – Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (HMP-BKI) UIN Sunan Ampel Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui program layanan bimbingan dan konseling di SDN Ngadirejo 1 dan SDN Ngadirejo 2. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan fokus pada pengembangan potensi peserta didik melalui layanan bimbingan dan konseling yang edukatif, kreatif, dan menyenangkan.
Sebanyak dua kelompok peserta pengabdian diterjunkan secara langsung ke masing-masing sekolah untuk melaksanakan observasi lingkungan sekolah, mengidentifikasi kebutuhan peserta didik, sekaligus memberikan berbagai materi yang mendukung perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karier siswa. Program ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman, pengetahuan, keterampilan, serta membangun sikap positif peserta didik sehingga mereka dapat mengembangkan potensi diri, menjalin hubungan sosial yang sehat, menerapkan kebiasaan belajar yang efektif, dan mulai memiliki gambaran tentang cita-cita di masa depan.
Pada hari pertama, peserta pengabdian memulai kegiatan dengan bersilaturahmi kepada kepala sekolah beserta dewan guru sebagai bentuk penghormatan sekaligus koordinasi awal pelaksanaan program. Setelah itu, mahasiswa memasuki kelas untuk berkenalan dan membangun kedekatan dengan para siswa. Khusus bagi peserta didik kelas V dan VI, dilakukan penyebaran angket kebutuhan sebagai upaya mengidentifikasi potensi, minat, bakat, permasalahan, serta perkembangan siswa. Data tersebut menjadi dasar dalam penyusunan layanan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Memasuki hari kedua, kegiatan berlangsung semakin interaktif. Siswa kelas I masih mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sementara kelas II mengikuti kegiatan belajar bercerita untuk meningkatkan keberanian berkomunikasi dan kemampuan berbahasa. Siswa kelas III dan IV diajak mengikuti dancing therapy yang memadukan aktivitas fisik dengan ekspresi emosi secara positif. Adapun siswa kelas V dan VI mendapatkan materi Super Student, yang bertujuan menumbuhkan motivasi belajar, rasa percaya diri, serta karakter pelajar yang disiplin dan bertanggung jawab. Seluruh materi disampaikan dengan pendekatan yang menyenangkan agar siswa lebih mudah memahami materi tanpa merasa jenuh.
Pada hari ketiga, selain memberikan layanan kepada peserta didik, mahasiswa juga berkontribusi membantu administrasi sekolah, khususnya di SDN Ngadirejo 1, dengan menyusun kontrak forum bagi siswa dan sekolah serta membantu penyusunan materi pembelajaran. Di dalam kelas, siswa kelas I memperoleh pendampingan membaca dan menulis, kelas II mengikuti kegiatan Pohon Emosi sebagai media mengenali dan mengelola perasaan, sedangkan kelas III dan IV mengikuti Art Therapy untuk mengekspresikan diri melalui karya seni. Sementara itu, siswa kelas V dan VI memperoleh edukasi mengenai Stop Bullying sebagai upaya menumbuhkan budaya saling menghargai dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman.
Kegiatan hari keempat difokuskan pada penguatan materi yang telah diberikan sebelumnya. Di SDN Ngadirejo 1, seluruh siswa dari kelas I hingga VI mengikuti sesi penguatan materi yang kemudian ditutup dengan kegiatan cerdas cermat sebagai sarana evaluasi sekaligus meningkatkan antusiasme belajar. Berbeda dengan SDN Ngadirejo 2, peserta didik diajak melaksanakan belajar di alam di kawasan Bukit Premium. Melalui pendekatan pembelajaran kontekstual tersebut, siswa diajak belajar secara langsung dari lingkungan sekitar sehingga proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan bermakna.
Rangkaian kegiatan ditutup pada hari kelima dengan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Seluruh peserta didik dari SDN Ngadirejo 1 maupun SDN Ngadirejo 2 mengikuti berbagai fun game yang dirancang untuk melatih kerja sama, sportivitas, dan kreativitas. Acara kemudian dilanjutkan dengan awarding sebagai bentuk apresiasi kepada siswa yang aktif dan berpartisipasi selama kegiatan berlangsung, sebelum akhirnya ditutup secara resmi bersama pihak sekolah.
Ketua HMP-BKI UIN Sunan Ampel Surabaya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar program pengabdian, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan kompetensi keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam secara langsung di lingkungan pendidikan dasar. Melalui berbagai layanan yang diberikan, mahasiswa belajar memahami karakteristik peserta didik sekaligus menghadirkan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka.
Program pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi sekolah, guru, maupun peserta didik. Selain meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling di sekolah dasar, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, baik dari aspek akademik maupun perkembangan karakter.