
SURABAYA – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya resmi membuka perhelatan akademis bertajuk Research Weeks (Pekan Riset) FISIP 2026. Mengusung tema besar “Power, Legitimacy and Social Transformation: Rethinking Politics, Gender and International Relation in Global South”, kegiatan ini dirancang khusus sebagai panggung diseminasi karya-karya akademik dosen FISIP, mulai dari disertasi doktor hingga laporan riset lapangan mutakhir.
Seri pertama dari rangkaian Pekan Riset ini sukses digelar pada Rabu, 22 Juli 2026, bertempat di Lobby Gedung FISIP UINSA Kampus Gunung Anyar, Surabaya. Sejak dibuka pada pukul 09.00 WIB, suasana di lokasi acara tampak sangat hidup, riuh, dan penuh antusiasme. Perhelatan akademik ini tidak hanya dihadiri oleh puluhan dosen dan peneliti dari berbagai disiplin ilmu, melainkan juga dibanjiri oleh para mahasiswa yang ingin menyaksikan secara langsung proses pemaparan karya ilmiah tingkat lanjut.
Kegiatan Research Weeks FISIP 2026 ini diagendakan secara terstruktur dalam tiga seri dan dilaksanakan secara berkala setiap hari Rabu. Kehadiran forum ini menjadi momentum krusial bagi FISIP UINSA dalam memperkuat iklim penelitian serta mentradisikan budaya akademik yang kritis, teruji, dan responsif terhadap perkembangan isu-isu kontemporer.
Dalam sambutannya saat membuka acara, Plt. Dekan FISIP UINSA, Prof. Dr. Abd. Chalik, M.Ag., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan skala fakultas ini. Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah dosen FISIP UINSA telah berhasil menyelesaikan jenjang studi doktoral (S3) serta meraih pelbagai hibah penelitian yang kompetitif.
“Hasil karya dan gagasan akademik yang telah dihasilkan para dosen tersebut perlu diberikan ruang yang memadai untuk diperkenalkan kepada masyarakat akademik secara luas. Melalui forum Research Weeks ini, peneliti tidak hanya memperkenalkan inti penelitian mereka, tetapi juga memperoleh masukan yang konstruktif untuk kebutuhan publikasi ilmiah serta pengembangan agenda penelitian lanjutan,” ujar Prof. Abd. Chalik di hadapan peserta.

Pada seri perdana ini, forum menghadirkan tiga panelis unggulan dari Program Studi Hubungan Internasional (HI) FISIP UINSA, antara lain Fathoni Hakim, Zaky Ismail, serta Ridha Amaliyah. Para panelis tersebut memaparkan temuan-temuan kunci dari karya riset mereka yang berfokus pada dinamika kekuasaan, legitimasi, isu gender, dan transformasi sosial di kawasan Global South.
Untuk mempertajam bobot diskusi dan kedalaman analisis, panitia menghadirkan dua akademisi senior sebagai discussant atau penanggap, yaitu Prof. Dr. Ahmad Nur Fuad, M.A. dan Ahmad Syafril Mubah, Ph.D. Perdebatan ilmiah dan sesi tanya jawab berlangsung sangat hangat. Kedua penanggap memberikan ulasan kritis, catatan metodologis, serta masukan teoritis yang memicu dialektika ilmiah secara interaktif dan dinamis antara panelis, penanggap, dan audiens.
Lebih lanjut, forum ini dirancang agar karya akademik yang telah dipresentasikan tidak berhenti sekadar menjadi dokumen tertulis atau arsip di perpustakaan semata. Di dalam perhelatan Research Weeks ini, karya ilmiah para dosen dibagikan, diuji, diperdebatkan, dan dikembangkan secara terbuka. Harapannya, hasil riset tersebut dapat ditransformasikan menjadi publikasi artikel di jurnal bereputasi nasional maupun internasional, penulisan buku referensi, materi pembelajaran perkuliahan, hingga menjadi pijakan dasar bagi agenda riset mendatang.
Di sisi lain, perhelatan Research Weeks FISIP 2026 ini juga memberikan nilai tambah yang sangat signifikan bagi pengembangan kompetensi mahasiswa. Forum ilmiah terbuka ini menjadi ruang belajar kontekstual dan panggung simulasi akademis yang nyata bagi kalangan mahasiswa, khususnya dalam mengasah keterampilan metodologis dan pemikiran kritis.

Melalui interaksi yang terjadi selama sesi diskusi, mahasiswa dapat mengamati secara langsung bagaimana para peneliti merumuskan masalah penelitian secara presisi, memilih dan menerapkan kerangka teori yang relevan, menjelaskan metodologi riset yang ketat, mempertahankan argumentasi ilmiah di hadapan para penguji, serta merespons berbagai kritik akademis secara rasional, bijak, dan profesional.
Rangkaian Research Weeks FISIP 2026 ini dipastikan akan terus berlanjut pada seri-seri berikutnya dengan menghadirkan topik-topik riset yang tak kalah strategis. Melalui perhelatan ini, FISIP UINSA menegaskan komitmennya untuk terus mengukuhkan tradisi riset yang unggul dan inklusif di lingkungan perguruan tinggi.(ASE)