
Surabaya, (4/8) – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar Rapat Persiapan Pelaksanaan Pembelajaran Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 di Ruang Utama Lantai 5 GreenSA UIN Sunan Ampel Surabaya mulai pukul 08.00 WIB. Selain pengarahan dari dekanat, agenda penting ini diisi dengan Sesi Evaluasi Perkuliahan Semester Genap yang dipimpin langsung oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kelembagaan FISIP UINSA, Dr. Iva Yulianti Umdatul Izzah, M.S.I.
Dalam pemaparannya, Dr. Iva Yulianti menyampaikan capaian positif berdasarkan hasil survei kepuasan mahasiswa. Secara umum, sebanyak 89,6 persen responden menilai perkuliahan di tiga program studi FISIP UINSA telah berjalan dengan baik, dengan skor rata-rata kepuasan dosen mencapai 4,3 dari skala 5. Dari ketiga program studi tersebut, Program Studi Hubungan Internasional (HI) mencatatkan persentase kepuasan mahasiswa tertinggi.
Meskipun capaian skor kepuasan tergolong tinggi, sesi evaluasi tetap memberikan sejumlah catatan perbaikan bagi seluruh dosen pengampu. Beberapa poin penting yang disoroti meliputi penertiban oknum dosen yang cenderung self-centric, larangan mempercepat durasi kuliah tanpa alasan yang sah, ketidaksesuaian jadwal UTS dan UAS, kesesuaian materi dengan RPS, hingga pengisian absensi yang wajib mencerminkan kehadiran riil mahasiswa di kelas.
Evaluasi Pengajaran, Tata Kelola BKD, dan Dinamika Kurikulum
Penyampaian evaluasi tersebut memicu tanggapan dan masukan dari para pengajar. Pak Ridho menyuarakan kendala dalam perkuliahan berbobot 3 SKS, di mana mahasiswa sering merasa terbebani. Beliau mengusulkan agar proses pembelajaran tetap mengacu pada standar aturan yang berlaku, namun diselingi dengan penyampaian materi yang lebih ringan tanpa mengikis nilai akademik dan nalar kritis. Sementara itu, Pak Oim menyampaikan persoalan jadwal mahasiswa perwalian yang saling berbenturan (crash).
Dinamika diskusi berlanjut ke pembahasan kurikulum dan verifikasi mahasiswa. Bu Azizah dan Bu Dwi mempertanyakan keberadaan mata kuliah Publikasi Ilmiah pada semester 7 yang belum muncul di portal Sinau, serta kejelasan syarat kelulusannya. Selain itu, Bu Azizah meneruskan kegelisahan terkait pengunggahan Satuan Kredit Kegiatan Ekstrakurikuler (SKEK) mahasiswa yang sering kali hanya melampirkan sertifikat abal-abal atau dokumen kosong. Hal ini menuntut verifikasi yang ketat terhadap bukti fisik yang mencakup komponen keagamaan, kepemimpinan, dan moral Pancasila.
Menjawab jajaran pengajar, Dr. Iva Yulianti memastikan bahwa kendala input mata kuliah Publikasi Ilmiah di portal Sinau dan penyesuaian SISTER akan segera dituntaskan. Bu Wadek I juga menegaskan komitmen fakultas untuk menjaga pelayanan optimal tanpa mengurangi hak dosen maupun mahasiswa, di mana seluruh jajaran pimpinan dan staf dipastikan bersiap memberikan pelayanan sesuai jam kerja resmi mulai pukul 07.30 hingga 16.00 WIB.
Terkait kelulusan, Ibu Riris menanyakan kepastian prosedur ujian skripsi bagi mahasiswa yang menggunakan skema publikasi artikel ilmiah di jurnal terakreditasi Sinta 3, mulai dari alur revisi hingga penetapan pembimbing sejak semester 6 atau 7. Bu Wadek I dan pimpinan fakultas merespons bahwa aturan pengganti skripsi ini sedang didiskusikan secara intensif untuk dituang dalam Surat Edaran (SE) Dekan guna memastikan kredibilitas jurnal yang direkomendasikan.
Plt. Dekan FISIP UINSA, Prof. Dr. H. Abd. Chalik, M.Ag., turut memberikan penekanan keras agar mahasiswa tidak mengambil jalan pintas demi mendapatkan publikasi instan. Beliau mengusulkan agar artikel ilmiah berkualitas dari program MBKM atau riset mandiri dapat dikonversi menjadi salah satu syarat ujian skripsi. Untuk mendukung hal tersebut, Kepala Laboratorium FISIP akan menerbitkan Surat Edaran pendampingan penulisan artikel jurnal secara rutin bagi mahasiswa.
Penguatan Tata Kelola, Fasilitas Kampus, dan Budaya Akademik
Selain kualitas pengajaran, penguatan pengelolaan jurnal ilmiah di FISIP UINSA menjadi topik utama. Pimpinan fakultas berkomitmen mengawal proses reakreditasi jurnal agar dapat naik peringkat serta menjaga jurnal Sinta 2 yang sudah ada melalui tata kelola pengulas (reviewer) yang ketat. Pak Bahar menyampaikan aspirasi terkait insentif dan remunerasi bagi tim pengelola jurnal yang sempat menjadi perdebatan di tim remunerasi universitas, padahal pengelola jurnal membutuhkan perhatian atas tugas tambahan tersebut.
Merespons hal tersebut, Prof. Chalik menegaskan bahwa fakultas akan bersiasat mengalokasikan anggaran khusus untuk pelatihan dan penjaminan kebutuhan dasar para pengelola jurnal. Selain itu, guna memastikan kualitas karya ilmiah mahasiswa sejak dini, fakultas akan memperkuat penyusunan concept note riset agar mahasiswa mendapatkan masukan konstruktif dari dosen dan tidak terjebak dalam birokratisasi ilmu sosial yang dangkal.
Aspek lingkungan dan fasilitas fisik kampus turut mendapat perhatian dari peserta rapat. Pak Muttaqin mengusulkan penertiban area tangga sebelah selatan gedung fakultas yang sering dijadikan tempat merokok secara liar oleh mahasiswa. Beliau menyarankan agar area tangga tersebut dialihfungsikan menjadi pusat kreativitas mahasiswa, serta mengusulkan penyediaan ruang dosen yang lebih santai dan nyaman dengan memanfaatkan alokasi anggaran UPTK sepanjang menjadi kewenangan fakultas.
Menanggapi usulan fasilitas tersebut, Dekan FISIP UINSA memerintahkan penataan area khusus merokok (smoking area) dan melarang keras aktivitas merokok di area gedung utama perkuliahan. Prof. Chalik menekankan bahwa FISIP merupakan salah satu fakultas dengan fasilitas gedung terbaik di UINSA, sehingga keunggulan fisik tersebut harus diimbangi dengan kultur kampus yang bersih, kondusif, dan mencerminkan iklim akademis yang sehat.
Prof. Chalik menambahkan bahwa seluruh proses kelembagaan di Kemenag Pusat dan Senat universitas telah direspons dengan baik oleh tim yang ditunjuk, sehingga tugas utama civitas akademika saat ini adalah menjaga dinamika, stabilitas, dan kredibilitas kampus di mata publik. Sebagai fakultas yang muda dan energik, FISIP UINSA didorong untuk menembus publikasi internasional terindeks Scopus serta memfasilitasi pelatihan pengelola jurnal secara berkelanjutan.
Rangkaian Sesi Evaluasi Perkuliahan ini ditutup dengan apresiasi mendalam dari pimpinan fakultas atas seluruh masukan konstruktif yang disampaikan para dosen. Prof. Abd. Chalik mengingatkan kembali peran penting para pengajar dalam menyambut 444 mahasiswa baru pada semester ini. Seluruh dosen diharapkan dapat merawat, membimbing, dan mengarahkan mahasiswa baru tersebut sebaik-baiknya demi mewujudkan FISIP UINSA sebagai the leading faculty yang unggul secara akademik dan berkarakter.(ASE)