Dua Mahasiswa MPAI UINSA Lanjutkan Studi Double Degree di Universiti Utara Malaysia

Magister Pendidikan Agama Islam
October 2, 2026

Dua Mahasiswa MPAI UINSA Lanjutkan Studi Double Degree di Universiti Utara Malaysia

Surabaya – Dua mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Faqih Abdul Aziz dan Muhammad Zainuddin Zidan, melanjutkan tahun kedua studi magister mereka di Universiti Utara Malaysia (UUM), Sintok, Kedah. Keduanya merupakan awardee Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2025 Program Master Double Degree, hasil kolaborasi Kementerian Agama RI dan LPDP.

Faqih dan Zidan lolos melalui seleksi BIB 2025 dan tercatat dalam rombongan intake September 2026 di UUM bersama mahasiswa dari sejumlah PTKIN lain.

Program ini dijalani dalam dua tahap. Tahun pertama (September 2025–Agustus 2026) ditempuh di MPAI UINSA, kemudian tahun kedua (September 2026–Agustus 2027) dilanjutkan di UUM. Di UUM, Faqih dan Zidan menempuh Master of Education (Islamic Education) di School of Education, Awang Had Salleh Graduate School of Arts and Sciences (AHSGS). Setelah menyelesaikan seluruh tahapan, keduanya akan memperoleh gelar magister dari UINSA dan UUM.

Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UINSA, Prof. Dr. Hj. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag., menyambut baik capaian tersebut. “Kami bersyukur dan bangga. Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa MPAI memiliki kualitas akademik yang layak bersaing di tingkat internasional. Fakultas terus mendorong setiap program studi untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa dalam mengembangkan wawasan global, tanpa meninggalkan akar keilmuan pendidikan Islam yang menjadi ciri khas FTK UINSA. Kami titipkan pesan agar mereka menjaga nama baik almamater, belajar dengan sungguh-sungguh, dan kembali membawa manfaat,” ujarnya.

Ketua Program Studi MPAI UINSA, Dr. H. Muhammad Fahmi, S.Pd.I., M.Hum., M.Pd., turut menyampaikan apresiasinya. “Keberhasilan Faqih dan Zidan tidak lepas dari ikhtiar mereka sendiri serta iklim akademik yang terus kami bangun di MPAI UINSA. Prodi berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya kuat dalam kajian pendidikan Islam, tetapi juga mendorong mahasiswa aktif meneliti, menulis, dan membangun jejaring akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kami berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan calon mahasiswa bahwa MPAI UINSA dapat menjadi pintu untuk berkiprah lebih luas,” tuturnya.

“Alhamdulillah, kesempatan ini tidak lepas dari doa dan bimbingan para dosen MPAI UINSA selama satu tahun pertama. Masih banyak yang harus kami pelajari, dan semoga kami dapat menjalani studi di UUM dengan baik serta tidak mengecewakan kepercayaan yang telah diberikan,” ujar Faqih.

Zidan menambahkan bahwa dukungan dari lingkungan prodi menjadi penyemangat tersendiri. “Kami berangkat membawa nama MPAI UINSA. Doa dan dukungan dari para dosen serta teman-teman menjadi motivasi bagi kami untuk menyelesaikan studi di UUM dengan sebaik-baiknya dan kembali berkontribusi bagi pengembangan pendidikan agama Islam,” tuturnya.

Bagi Faqih dan Zidan, satu tahun di UUM bukan sekadar berpindah tempat belajar, melainkan amanah untuk membawa nama MPAI UINSA di ruang akademik internasional, lalu pulang dengan bekal yang lebih matang untuk mengabdi pada pendidikan Islam di tanah air.

Tag Post :

Categories