Dosen UINSA Terlibat dalam Lailatul Ijtima’ An-Nahdliyah

Magister Pendidikan Agama Islam
October 2, 2026

Dosen UINSA Terlibat dalam Lailatul Ijtima’ An-Nahdliyah

Sidoarjo — Lailatul Ijtima’ Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Kedungturi, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, kembali digelar pada Kamis, 1 Oktober 2026. Bertempat di Masjid Nurul Hidayah Kedungturi, kegiatan keagamaan tersebut diikuti banyak jamaah dan melibatkan berbagai unsur pengurus NU, termasuk dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA).

Keterlibatan dosen UINSA dalam kegiatan Lailatul Ijtima’ menjadi bagian dari dinamika kehidupan jam’iyah NU di tingkat ranting. Selain menjalankan aktivitas akademik dan pendidikan, keterlibatan dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara dunia akademik dengan kehidupan masyarakat akar rumput.

Lailatul Ijtima’ NU Ranting Kedungturi merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan kurang lebih satu bulan sekali. Kegiatan tersebut biasanya dilaksanakan pada Kamis Legi malam Jumat Pahing. Momentum ini dimanfaatkan jamaah untuk berkumpul, mengikuti majelis keagamaan, melaksanakan ibadah bersama, serta mempererat silaturahmi.

Pelaksanaan Lailatul Ijtima’ kali ini berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Banyak jamaah hadir untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh pengurus. Kehadiran jamaah dari berbagai unsur masyarakat menunjukkan adanya partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlangsungan tradisi keagamaan An-Nahdliyah di tingkat ranting.

Rangkaian kegiatan diisi oleh unsur Pengurus Syuriah, Tanfidziyah, serta salah seorang penceramah di tingkat ranting. Acara diawali dengan sambutan dan tausiyah, kemudian dilanjutkan dengan shalat tasbih, shalat hajat, sujud syukur, istighatsah, tahlil, dan doa bersama.

Dosen UINSA yang terlibat dalam kegiatan tersebut turut menjadi bagian dari suasana kebersamaan jamaah. Kehadiran unsur akademisi dalam kegiatan keagamaan tingkat ranting memperlihatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat berlangsung melalui berbagai bentuk, termasuk keterlibatan langsung dalam kegiatan keagamaan yang telah menjadi tradisi masyarakat.

Setelah rangkaian ibadah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah. Para jamaah menikmati konsumsi yang telah disediakan sembari berinteraksi dan mempererat silaturahmi. Suasana tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Lailatul Ijtima’, karena kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga menjadi sarana membangun kedekatan sosial antarjamaah.

Lailatul Ijtima’ juga menjadi ruang untuk menjaga kesinambungan tradisi keagamaan An-Nahdliyah. Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin, nilai-nilai ibadah, dzikir, majelis ilmu, silaturahmi, dan kebersamaan terus dirawat di tengah masyarakat.

Keterlibatan dosen UINSA dalam kegiatan tersebut sekaligus memperkuat hubungan antara kampus, jam’iyah, dan masyarakat. Dunia akademik tidak hanya memiliki peran dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat hadir dalam kehidupan sosial-keagamaan masyarakat melalui kegiatan pengabdian dan partisipasi kemasyarakatan.

Kehadiran banyak jamaah dan keterlibatan berbagai unsur dalam Lailatul Ijtima’ menjadi energi tersendiri bagi NU Ranting Kedungturi. Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa kehidupan An-Nahdliyah di tingkat akar rumput terus dirawat melalui aktivitas keagamaan yang sederhana, rutin, dan melibatkan masyarakat secara langsung.

Dengan keberlangsungan Lailatul Ijtima’ secara rutin, NU Ranting Kedungturi diharapkan terus memiliki ruang untuk memperkuat ibadah, ilmu, silaturahmi, dan kebersamaan jamaah. Keterlibatan dosen UINSA dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi akademisi dalam merawat tradisi keagamaan sekaligus memperkuat kontribusi sosial di tengah masyarakat. [mf]

Tag Post :

Categories