Di Universiti Utara Malaysia, Tiga Mahasiswa UINSA Lanjutkan Studi Double Degree

Magister Pendidikan Agama Islam
October 2, 2026

Di Universiti Utara Malaysia, Tiga Mahasiswa UINSA Lanjutkan Studi Double Degree

Surabaya – Tiga mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) melanjutkan tahun kedua studi magister mereka di Universiti Utara Malaysia (UUM), Sintok, Kedah. Mereka adalah Faqih Abdul Aziz dan Muhammad Zainuddin Zidan dari Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI), serta Aulia Devi Rahmawati dari Program Studi Magister Ekonomi Syariah. Ketiganya merupakan awardee Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2025 Program Master Double Degree, hasil kolaborasi Kementerian Agama RI dan LPDP.

Ketiganya lolos melalui seleksi BIB 2025 dan tercatat dalam rombongan intake September 2026 di UUM bersama mahasiswa dari sejumlah PTKIN lain. Dari lima mahasiswa Indonesia yang berangkat ke UUM dalam intake tersebut, tiga di antaranya berasal dari UINSA.

Program ini dijalani dalam dua tahap. Tahun pertama (September 2025–Agustus 2026) ditempuh di UINSA, kemudian tahun kedua (September 2026–Agustus 2027) dilanjutkan di UUM. Faqih dan Zidan menempuh Master of Education (Islamic Education) di School of Education, Awang Had Salleh Graduate School of Arts and Sciences (AHSGS), sementara Aulia menempuh Master in Islamic Finance and Banking di Islamic Business School, Othman Yeop Abdullah Graduate School of Business (OYAGSB). Setelah menyelesaikan seluruh tahapan, ketiganya akan memperoleh gelar magister dari UINSA dan UUM.

“Program double degree ini memberi kami kesempatan belajar dari dua lingkungan akademik yang berbeda. Harapannya, pengalaman di Malaysia dapat memperkaya pengembangan pendidikan agama Islam di Indonesia,” ujar Faqih.

Zidan menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan tersebut. “Saya berterima kasih kepada Kementerian Agama, LPDP, dan UINSA yang telah memberi kepercayaan ini. Belajar di UUM menjadi kesempatan bagi kami untuk melihat langsung praktik pendidikan Islam di Malaysia dan membawa pulang hal-hal baik yang bisa diterapkan di Indonesia,” tuturnya.

Sementara Aulia berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal untuk berkontribusi di bidang ekonomi syariah. “Malaysia memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan keuangan Islam. Saya ingin belajar sebanyak mungkin di sini agar nantinya dapat ikut berkontribusi dalam penguatan ekonomi syariah di Indonesia. Terima kasih juga kepada para dosen di UINSA yang telah membimbing kami selama tahun pertama,” ungkapnya.

Bagi ketiganya, satu tahun di UUM bukan sekadar berpindah tempat belajar, melainkan amanah untuk membawa nama UINSA di ruang akademik internasional, lalu pulang dengan bekal yang lebih matang untuk mengabdi kepada bangsa sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Tag Post :

Categories