Debut Manis Mahasiswi SAA UINSA Berbuah Juara 1 Syi’ir Arab di GEKA Internasional

Prodi Studi Agama-agama
July 7, 2026

Debut Manis Mahasiswi SAA UINSA Berbuah Juara 1 Syi’ir Arab di GEKA Internasional

Langkah pertama Dinar Alifia Ayu Werdiningsih di panggung kompetisi internasional berbuah manis. Mahasiswi semester dua Program Studi Studi Agama-Agama (SAA) UIN Sunan Ampel Surabaya itu berhasil meraih Juara 1 cabang Syi’ir Arab dalam Gema Karya Arab (GEKA) Internasional 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada 6–8 Mei 2026.

“Ini pertama kalinya saya ikut lomba internasional. Jujur, sama sekali tidak menyangka bisa jadi juara satu,” ujar Dinar.

Keikutsertaannya dalam GEKA berawal dari keinginan untuk mengembangkan kemampuan bahasa Arab sekaligus mencari pengalaman baru. Dari berbagai cabang perlombaan, ia memilih Syi’ir Arab karena merasa bidang tersebut paling sesuai dengan kemampuannya. Dinar membawakan syi’ir berjudul ‘Alā Hāżihil Arḍ yang menurutnya selaras dengan karakter dan gaya pembawaannya.

Persiapan menuju kompetisi dilakukan selama sekitar dua pekan. Dalam prosesnya, Dinar berlatih bersama seorang mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) UINSA yang telah berpengalaman menjuarai berbagai kompetisi syi’ir. Di balik latihan tersebut, ia juga harus menyesuaikan jadwal kuliah dan mencari tempat berlatih yang tidak mengganggu teman-teman di asrama. Sesekali, ia bahkan menginap di asrama temannya agar dapat berlatih dengan lebih leluasa.

Momen paling menegangkan justru datang sesaat sebelum tampil, ketika namanya dipanggil untuk naik ke atas panggung.

“Yang paling deg-degan itu saat nama saya dipanggil untuk maju,” kenangnya.

Rasa gugup itu perlahan terbayar ketika penampilannya berhasil mengantarkannya menjadi juara. Dari dewan juri, Dinar memperoleh masukan bahwa pembacaan syi’ir tidak hanya dinilai dari teknik, tetapi juga dari kemampuan peserta menyampaikan makna sesuai tema, sembari tetap menghadirkan ciri khas dalam penampilan.

Bagi Dinar, kemenangan ini memiliki arti lebih dari sekadar sebuah gelar. Ia merasa bangga dapat membawa nama Program Studi Studi Agama-Agama berprestasi pada cabang bahasa Arab yang selama ini identik dengan mahasiswa dari program studi kebahasaan.

“Semoga ini bisa menjadi penyemangat bagi teman-teman lain untuk terus berkembang,” tuturnya.

Ke depannya, Dinar ingin tetap fokus menjalani perkuliahan sembari terus mengembangkan kemampuan dan membuka diri terhadap berbagai kesempatan baru. Ia pun mengajak mahasiswa lain untuk berani mengasah potensi yang dimiliki.

“Semangat! Gali bakatmu. Jangan ragu untuk menunjukkan kalau kamu juga hebat.”

Penulis: Dien Auliya Ramadhanti

Tag Post :

Media Center FUF

Categories