Dari Ruang Akademik hingga Gagasan Solutif: Hari Kedua PBAK FTIK 2026 Tumbuhkan Jiwa Kritis Mahasiswa Baru

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
August 12, 2026

Dari Ruang Akademik hingga Gagasan Solutif: Hari Kedua PBAK FTIK 2026 Tumbuhkan Jiwa Kritis Mahasiswa Baru

Surabaya– Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sunan Ampel Surabaya melanjutkan rangkaian kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2026 pada hari kedua dengan menghadirkan berbagai materi strategis yang berfokus pada penguatan pemahaman akademik, layanan kemahasiswaan, pemanfaatan teknologi digital, serta pengenalan lingkungan program studi. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini menjadi bagian penting dalam proses adaptasi mahasiswa baru terhadap budaya akademik dan kehidupan kampus di FTIK UIN Sunan Ampel Surabaya.

Sebelum memasuki rangkaian materi utama, kegiatan diawali dengan pengarahan dan pesan akademik dari Prof. Dr. H. Mohammad Thohir, S.Ag., M.Pd. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru FTIK Tahun Akademik 2026 serta mengajak mereka untuk memanfaatkan masa perkuliahan sebagai ruang pembentukan karakter, penguatan kompetensi, dan pengembangan kapasitas diri. Beliau menegaskan bahwa mahasiswa FTIK tidak hanya dituntut untuk unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu menjadi pribadi yang berintegritas, berakhlak mulia, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan pendidikan dan masyarakat. Selain itu, Dekan FTIK juga mendorong mahasiswa baru untuk aktif mengikuti kegiatan akademik maupun organisasi kemahasiswaan sebagai sarana pengembangan soft skills dan kepemimpinan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi Pengenalan Layanan Akademik, Kemahasiswaan, Umum, dan Keuangan yang menghadirkan jajaran pimpinan fakultas sebagai narasumber. Materi akademik disampaikan oleh Prof. Dr. Hj. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, sementara materi administrasi umum, perencanaan, dan keuangan disampaikan oleh Prof. Dr. Jauharoti Alfin, S.Pd., M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan. Kegiatan tersebut dimoderatori oleh Evy Luailik, S.Pd., M.M. selaku Kepala Bagian Tata Usaha FTIK UIN Sunan Ampel Surabaya. Dalam sesi tersebut, mahasiswa baru memperoleh pemahaman mengenai sistem akademik yang berlaku di FTIK, mulai dari proses registrasi mahasiswa, pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), sistem perkuliahan, evaluasi pembelajaran, layanan administrasi, hingga berbagai layanan kemahasiswaan yang dapat mendukung pengembangan potensi mahasiswa selama masa studi. Selain itu, para pemateri juga menjelaskan mekanisme pelayanan administrasi dan keuangan yang berlaku di lingkungan fakultas sebagai bentuk transparansi dan pelayanan prima kepada mahasiswa.

Materi tersebut turut diperkuat dengan pemaparan dari Ketua Laboratorium FTIK UIN Sunan Ampel Surabaya Tahun 2026 yang menjelaskan berbagai fasilitas laboratorium yang dimiliki fakultas sebagai sarana penunjang pembelajaran, praktikum, penelitian, serta pengembangan kompetensi mahasiswa. Melalui sesi ini, mahasiswa baru diperkenalkan dengan fungsi laboratorium sebagai ruang belajar yang mendukung implementasi teori ke dalam praktik sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Kegiatan berikutnya adalah penyampaian materi Layanan Kepustakaan dan Perpustakaan yang disampaikan oleh Aries Hamidah, S.Ag., S.I.P.I., M.M. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa baru diperkenalkan dengan berbagai layanan yang tersedia di Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya, mulai dari layanan sirkulasi, akses koleksi digital, repository institusi, jurnal elektronik nasional dan internasional, hingga pemanfaatan sumber referensi ilmiah yang kredibel. Materi ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk membangun budaya literasi, meningkatkan kemampuan riset, serta mendukung penyusunan karya ilmiah selama masa perkuliahan.

Selanjutnya, mahasiswa baru memperoleh pembekalan mengenai penggunaan berbagai platform digital yang menjadi bagian integral dari sistem akademik UIN Sunan Ampel Surabaya. Materi Pengenalan Aplikasi MyUINSA, SINAU, dan AMIRA disampaikan oleh Sulton Arief selaku Pranata Komputer Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya bersama Joko Susilo, S.T. yang turut memberikan pendampingan teknis mengenai penggunaan berbagai layanan digital akademik. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami fungsi dan tata cara penggunaan berbagai aplikasi yang akan digunakan selama masa studi. My Uinsa diperkenalkan sebagai pusat layanan akademik mahasiswa, SINAU sebagai platform pembelajaran daring yang mendukung proses perkuliahan, serta AMIRA sebagai sistem pendukung administrasi akademik yang terintegrasi. Melalui praktik dan simulasi penggunaan aplikasi, mahasiswa baru diharapkan mampu beradaptasi dengan sistem digital kampus sehingga dapat menjalankan aktivitas akademik secara efektif dan mandiri.

Setelah mengikuti rangkaian kegiatan tingkat fakultas, mahasiswa baru kemudian diarahkan untuk mengikuti Forum Program Studi (Kaprodian) yang dilaksanakan secara terpisah sesuai dengan program studi masing-masing. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat profil program studi, kurikulum, budaya akademik, prospek lulusan, serta berbagai peluang pengembangan diri yang tersedia selama masa perkuliahan. Pada Tahun Akademik 2026, FTIK UIN Sunan Ampel Surabaya menerima sebanyak 1.013 mahasiswa baru yang tersebar pada delapan program studi, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 272 mahasiswa, Manajemen Pendidikan Islam (MPI) sebanyak 147 mahasiswa, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) sebanyak 159 mahasiswa, Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) sebanyak 111 mahasiswa, Pendidikan Bahasa Arab (PBA) sebanyak 87 mahasiswa, Pendidikan Matematika (PMT) sebanyak 87 mahasiswa, Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) sebanyak 76 mahasiswa, serta Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PIPA) sebanyak 74 mahasiswa.

Dalam forum tersebut, mahasiswa baru mendapatkan pengarahan secara langsung dari Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Studi masing-masing mengenai visi dan misi program studi, profil lulusan, struktur kurikulum, budaya akademik, serta berbagai peluang pengembangan kompetensi selama masa studi. Kegiatan ini menjadi sarana awal bagi mahasiswa untuk memahami arah keilmuan yang akan dipelajari sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap program studi masing-masing. Selain itu, kegiatan kaprodian juga diisi dengan perkenalan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) dari masing-masing program studi. Para pengurus HMP memperkenalkan struktur organisasi, program kerja unggulan, serta berbagai kegiatan kemahasiswaan yang dapat menjadi wadah pengembangan minat, bakat, kepemimpinan, kemampuan organisasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui sesi ini, mahasiswa baru memperoleh gambaran mengenai kehidupan organisasi di tingkat program studi sekaligus kesempatan untuk mengembangkan potensi diri di luar kegiatan perkuliahan.

Sebagai bentuk penguatan budaya akademik dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa baru, rangkaian kegiatan hari kedua ditutup dengan pengerjaan Esai Literatur yang nantinya akan dilombakan pada tingkat program studi. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diminta untuk mengkaji studi kasus bertema “Krisis Kesejahteraan Guru Honorer: Rendahnya Upah dan Sulitnya Pemenuhan Kebutuhan Hidup.” Tema tersebut dipilih sebagai bentuk refleksi terhadap salah satu persoalan pendidikan yang hingga saat ini masih menjadi perhatian nasional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk mengidentifikasi berbagai faktor penyebab rendahnya kesejahteraan guru honorer, menganalisis dampaknya terhadap kualitas pendidikan, serta merumuskan gagasan dan solusi yang argumentatif berdasarkan kajian literatur dan perspektif keilmuan masing-masing. Setelah proses penulisan selesai, para peserta mempresentasikan hasil pemikiran mereka di hadapan rekan-rekan satu program studi sebagai sarana latihan komunikasi akademik, penguatan kemampuan berpikir kritis, serta pengembangan budaya diskusi ilmiah sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi.

Pelaksanaan hari kedua PBAK FTIK 2026 menunjukkan komitmen fakultas dalam membekali mahasiswa baru dengan pemahaman yang utuh mengenai sistem akademik, layanan kampus, pemanfaatan teknologi digital, serta identitas keilmuan program studi. Melalui rangkaian kegiatan yang edukatif, interaktif, dan inspiratif, mahasiswa baru diharapkan semakin siap menjalani kehidupan perkuliahan dan tumbuh menjadi insan akademik yang unggul, adaptif, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan, masyarakat, dan bangsa.

Tag Post :

FTIKISTIMEWA, PBAKFTIKUINSA2026, PBAKUINSA2026, UINSAHebat

Categories