UINSA Newsroom, Rabu (22/07/2026); — Selama dua tahun lamanya, Taman Wisata Kemuning di Desa Suko, Kecamatan Maron, terlelap dalam sunyi dan pusaran waktu. Namun, narasi kelam itu kini telah usai. Lewat dedikasi dan visi brilian dari Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 149 UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, sebuah mahakarya revitalisasi berhasil mengembalikan detak jantung ruang publik ini, menjadikannya wajah baru yang menggemparkan warga setempat.

Langkah yang diambil oleh para cendekiawan muda ini bukanlah sekadar perbaikan fisik biasa, melainkan sebuah restorasi sosial bagi desa. Taman yang dulunya tak tersentuh, buram, dan tertutup ilalang, kini bersolek dengan pesona yang memikat mata. Inisiatif monumental dari KKN 149 UINSA seolah menyapu bersih jejak ketelantaran selama 24 bulan terakhir, menggantinya dengan semarak keindahan yang elegan.

Kembalinya Tawa di Ruang Terbuka
KKN 149 UINSA Mengangkat Tema Desa Wisata untuk menjadi Grand Design Program Kerja di susul dengan DRPPA pada tema ke dua, Kami memutuskan untuk merevitalisasi Taman Wisata Kemuning karena masih adanya Peluang area tersebut untuk menjadi lebih bermanfaat dari pada menjadi sarang perbuatan perbuatan tak senonoh di balik rerumbukan semak semak yang tinggi. Dampak dari kebangkitan Taman Wisata Kemuning langsung menggema ke seluruh penjuru Desa Suko. Ruang publik yang sempat dilupakan ini seketika bertransformasi menjadi panggung tawa riang anak-anak.

Kini, saban sore, taman tersebut dipadati oleh generasi penerus yang berlarian bebas, bermain, dan bercengkerama. Mahasiswa KKN 149 UINSA berhasil merajut kembali interaksi sosial warga, menjadikan setiap sudut taman sebagai saksi bisu kembalinya kehangatan komunal yang sempat hilang ditelan waktu.

Magnet Baru Roda Ekonomi UMKM
Lebih dari sekadar ruang rekreasi, revitalisasi yang diinisiasi oleh mahasiswa UINSA ini nyatanya memicu gelombang kebangkitan ekonomi berskala masif di tingkat akar rumput. Magnet keindahan Taman Kemuning tak ayal memancing animo para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai penjuru desa.
Barisan gerobak jajanan, dan lapak pedagang lokal kini menghiasi sabuk luar taman bergiliran. Kehadiran mereka tidak hanya memanjakan para pengunjung taman, tetapi juga menciptakan perputaran roda ekonomi yang sangat signifikan bagi masyarakat Desa Suko. Ini adalah bukti empiris bahwa sebuah tata ruang yang dikelola dengan cerdas dan penuh dedikasi dapat menjadi katalis kesejahteraan desa.
“Gebrakan Mahasiswa KKN 149 UINSA ini bukan sekadar pemenuhan program kerja akademis, melainkan sebuah warisan emas (golden legacy) yang akan terus hidup dalam sejarah Desa Suko.”
Launching Taman Oleh Disporapar Kab. Probolinggo
Minggu, 19 Juli 2026. Mahasiswa KKN 149 UINSA melakukan Launching Taman Wisata bersama Warga Desa Suko dan didampingi langsung Bapak Ernando putra Kurnia, SE dan Bapak Rahmad Hidayat, ST., selaku pihak Dinas Kemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (DISPORAPAR) Kab. Probolinggo.

Acara peresmian di mulai dengan pemotongan pita & pelepasan Launching Taman Wisata Kemuning, kemudian di lanjut dengan jalan sehat mengelilingi Desa Suko. Launching ini di akhiri dengan pembagian doorprize menarik berhadiah utama sepeda untuk para peserta jalan sehat, yang dapat menambah antusiasme warga Desa Suko terhadap Peresmian Taman Wisata Kemuning. Kegiatan ini sekaligus menjadi awal Taman Wisata Kemuning beroperasional kembali menjadi titik kumpul Anak anak Desa Suko serta wadah UMKM untuk mendapatkan pasar strategisnya.

Melalui kolaborasi ini mahasiswa KKN 149 UINSA telah membuktikan bahwa sebuah ruang yang terlupakan dapat kembali menjadi mahkota kebanggaan desa. Taman Wisata Kemuning kini bukan lagi sekadar tempat singgah, melainkan sebuah monumen kebangkitan sosial dan ekonomi bagi Desa Suko, Maron. Apresiasi setinggi tingginya di berikan oleh Masyarakat, Perangkat Desa, dan Permusyawaratan Desa kepada Mahasiswa KKN 149 UINSA yang di nahkodai oleh Lisa & Ishom, beserta 14 anggotanya yaitu; Zahwa, Hira, Faiza, Dinda, Fery, Firda, Alfi, Intan, Naura, Nando, Silfi, Fira, Dhila, Aisyah.
