Akselerasi UMKM: Prodi Hubungan Internasional FISIP UINSA Melakukan Pendampingan Ekspor Kemiri Hutan Flores ke Pasar Internasional

Fakultas Ilmu Sosial & Politik
August 27, 2026

Akselerasi UMKM: Prodi Hubungan Internasional FISIP UINSA Melakukan Pendampingan Ekspor Kemiri Hutan Flores ke Pasar Internasional

Surabaya – Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya meluncurkan langkah strategis dalam menguatkan komoditas lokal menuju rantai pasok global melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berbasis riset kolaboratif. Bertempat di fasilitas penjualan PT. Sumber Rempah Jaya Selalu yang berlokasi di Kawasan Rungkut, Surabaya, pada Senin, 24 Agustus 2026, tim pengabdian yang terdiri dari kolaborasi dosen dan mahasiswa Prodi Hubungan Internasional secara intensif melaksanakan observasi awal guna memberikan pendampingan teknis dan strategis dalam ekspor komoditas rempah unggulan berbahan dasar kemiri.

Langkah ini menjadi wujud nyata dari hilirisasi keilmuan ekonomi politik internasional dan diplomasi ekonomi dalam menjembatani keunggulan komparatif komoditas rempah Nusantara khususnya Kemiri Hutan Flores, Nusa Tenggara Timur agar mampu bertransformasi menjadi keunggulan kompetitif di panggung perdagangan internasional.

Komoditas utama yang menjadi fokus pendampingan adalah Kemiri Hutan Asli Flores yang dipanen secara lestari dari ekosistem hutan tropis di Nusa Tenggara Timur. Bahan baku yang diambil secara etis oleh masyarakat lokal ini memiliki diferensiasi biokimia yang sangat berharga, menjadikannya sangat diminati dalam industri perawatan kulit (skincare) dan kuliner internasional. PT. Sumber Rempah Jaya Selalu, melalui merek komersial FLAVORA, mengolah komoditas tersebut menjadi dua lini produk utama. Lini pertama adalah Kemiri Kupas kualifikasi ekspor.

Lini kedua adalah Candle Nut Oil hasil ekstraksi penekanan dingin (cold-press low temp) yang hadir dalam varian murni Natural Base Oil dan varian infused oil herbal seperti Green Tea dan Rosemary, Vanilla , hingga Cammomile dan Calendula. Seluruh produk minyak ini dikemas dalam jirigen 10 liter berbahan High-Density Polyethylene (HDPE) bersertifikasi food grade dan anti-bocor yang siap memenuhi standar pengiriman peti kemas jarak jauh.

Meski memiliki potensi pasar yang sangat besar seiring tren global Clean Beauty dan Green Consumerism, audit kesiapan ekspor (export readiness assessment) yang dilakukan oleh Prodi Hubungan Internasional mengidentifikasi sejumlah tantangan administratif dan teknis yang dihadapi pelaku usaha. Prodi Hubungan Internasional merumuskan analisis pasar internasional, menyusun draf PDS dan SDS, merancang ulang katalog digital berbasis narasi keaslian geografis (geographic storytelling), serta mengawal legalitas kepabeanan demi menaikkan skor kesiapan ekspor mitra ke level internasional.

Sebagai pilar dari rangkaian pendampingan ini, Prodi Hubungan Internasional memproyeksikan partisipasi aktif PT. Sumber Rempah Jaya Selalu pada pameran dagang internasional terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI), yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Oktober 2026. Menjelang ajang berskala internasional tersebut, tim pengabdian membekali manajemen mitra dan mahasiswa pendamping dengan pelatihan simulasi negosiasi bisnis serta pitching bilingual berbahasa Inggris.

Langkah ini disiapkan untuk memastikan seluruh tim siap menghadapi proses business matching bersama para pembeli asing (foreign buyers) secara percaya diri, memaparkan kalkulasi Minimum Order Quantity (MOQ), serta menawarkan skema pembayaran ekspor berbasis Letter of Credit (L/C) maupun Telegraphic Transfer (T/T). Persiapan ini juga mencakup fasilitasi pengujian laboratorium terakreditasi untuk memastikan terbitnya Sertifikat Fitosanitari yang mengonfirmasi bahwa sampel produk bebas aflatoksin dan siap dikonversikan menjadi kontrak pasokan jangka panjang selama perhelatan pameran berlangsung.

Keberhasilan kegiatan pengabdian ini tidak berhenti pada persiapan pameran semata, melainkan dirancang untuk memberikan dampak berkesinambungan melalui Rencana Tindak Lanjut hingga akhir tahun 2026. Sinergi antara dunia akademik dan dunia industri ini tidak hanya memperkokoh capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi khususnya dalam memfasilitasi kegiatan pengabdian dosen berbasis riset yang melibatkan mahasiswa aktif di luar kampus tetapi juga memberikan sumbangsih nyata bagi penguatan daya saing UMKM nasional. Melalui kolaborasi ini, Surabaya semakin memantapkan posisinya sebagai hub utama perdagangan internasional yang menghubungkan kekayaan komoditas rempah alami Indonesia Timur ke pasar dunia. (DRH)

Tag Post :

fisipuinsa, HIUINSA, hubunganinternasionaluinsa

Categories