JAKARTA – Guna mempercepat langkah internasionalisasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) menuju panggung global, International Office (IO) UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) menghadiri pertemuan sosialisasi daring yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama. Pertemuan ini berfokus pada pengenalan dan persiapan peluncuran Platform Insight, sebuah sistem terpadu berbasis web yang dirancang khusus untuk mengelola beasiswa mahasiswa asing.
Program “Insight” (International Scholarship on Islamic Higher Education) ini hadir sebagai tindak lanjut dari visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menjaring hingga 100.000 mahasiswa asing di Indonesia pada tahun 2029. Saat ini, jumlah mahasiswa asing di bawah naungan PTKIN baru mencapai sekitar 1.200 orang. Melalui platform baru ini, Diktis menargetkan peningkatan reputasi institusi dan nilai akreditasi kampus melalui integrasi tata kelola mahasiswa internasional yang lebih solid.

Satu Pintu untuk Talenta Global
Dalam sosialisasi tersebut, tim pengembang menjelaskan bahwa platform yang dapat diakses melalui laman insight.kemenag.go.id ini akan berfungsi layaknya marketplace pendidikan. Kampus PTKIN, termasuk UINSA, diberikan ruang mandiri untuk mengunggah konten promosi, brosur program studi, kuota, serta cakupan beasiswa yang ditawarkan (baik beasiswa penuh untuk institusi BLU maupun beasiswa parsial).
Sistem ini membagi peran menjadi tiga pengguna: admin nasional (Diktis), admin institusi (kampus/IO), dan pelamar asing. Melalui dasbor admin lokal, IO UINSA nantinya memiliki kendali penuh untuk membuka periode beasiswa lokal, menentukan prasyarat dokumen (seperti paspor, CV, dan sertifikat bahasa), hingga melakukan seleksi dan verifikasi pelamar secara mandiri. Kendati demikian, persetujuan akhir dari penawaran program tetap berada di bawah pengawasan admin nasional.
Mekanisme Transisi dan Pengumpulan Data
Pertemuan juga membuka sesi diskusi hangat mengenai keadilan sistem seleksi dan nasib mahasiswa asing yang sudah diterima sebelum platform ini diluncurkan. Pihak Diktis menegaskan bahwa proses seleksi atau penerbitan visa yang saat ini tengah berjalan di masing-masing kampus tetap dapat dilanjutkan. Namun, untuk kepentingan pemantauan dan evaluasi satu pintu, panitia akan menyediakan menu impor data agar seluruh mahasiswa asing—baik program gelar (degree) maupun non-gelar (short course)—tetap terekam di dalam sistem Insight.
Target Menuju Peluncuran 30 Juni
Sebagai langkah taktis pasca-sosialisasi, Diktis menetapkan lini masa yang ketat menjelang peluncuran resmi (grand launching) yang dijadwalkan pada 30 Juni mendatang. Acara peluncuran tersebut rencananya akan mengundang 58 duta besar negara sahabat untuk menarik minat talenta global pada semester baru tahun ini.

Menindaklanjuti hasil rapat, Rektor PTKIN diwajibkan segera menunjuk dan menetapkan Admin Perguruan Tinggi (Admin PT) yang akan mengelola akun institusi. Selanjutnya, seluruh data program studi, kuota, dan skema beasiswa dari masing-masing kampus harus sudah diserahkan dan selesai diverifikasi paling lambat pada 25 Juni.
Dengan keikutsertaan dalam sosialisasi ini, International Office UINSA siap bersinergi dan bergerak cepat memenuhi tenggat waktu integrasi data demi menyukseskan program internasionalisasi kampus Islam di Indonesia.
N_AM_
A_