
Surabaya, 30 September 2026 β Sebanyak 111 abstrak dinyatakan terpilih untuk dipresentasikan dalam Konferensi Nasional Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam (KONMASPI) 2026 yang akan diselenggarakan oleh Fakultas Adab dan Humaniora (FAHUM) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) pada Selasa, 20 Oktober 2026. Ratusan gagasan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan berbagai perspektif mahasiswa dalam membaca, mengkaji, dan menulis ulang sejarah peradaban Islam.
Dari 111 abstrak terpilih tersebut, 105 abstrak berasal dari Program Studi S1 Sejarah Peradaban Islam UIN Sunan Ampel Surabaya, 3 abstrak dari Program Studi Magister Sejarah Peradaban Islam UIN Sunan Ampel Surabaya, serta masing-masing 1 abstrak dari Universitas Gadjah Mada, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Universitas PGRI Madiun. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa KONMASPI 2026 tidak hanya menjadi ruang akademik bagi mahasiswa di lingkungan UINSA, tetapi juga membuka ruang perjumpaan intelektual dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya.
Daftar calon presenter beserta abstrak yang dinyatakan terpilih dapat diakses melalui tautan berikut atau dengan memindai barcode yang telah disediakan.

Mengusung tema βMenulis Ulang Sejarah Peradaban Islam: Perspektif Baru, Suara yang Terpinggirkan, dan Tantangan Historiografi di Era Digital,β KONMASPI 2026 menghadirkan beragam kajian yang merefleksikan dinamika penelitian sejarah dan peradaban Islam. Abstrak yang terpilih tidak hanya membahas sejarah politik dan perkembangan kerajaan-kerajaan Islam, tetapi juga menyentuh persoalan tradisi, masyarakat, pendidikan, tokoh, perempuan, historiografi, jaringan intelektual, Islamisasi, hingga perkembangan ruang sosial-keagamaan.
Keragaman tersebut kemudian dikembangkan melalui tujuh subtema utama, antara lain: (1) Menulis Ulang Historiografi Islam: Perspektif dan Metodologi Baru; (2) Menghadirkan Suara yang Terpinggirkan dalam Sejarah Peradaban Islam; (3) Dari Lokal ke Global: Jejak dan Jaringan Peradaban Islam; (4) Historiografi Islam di Era Digital: Peluang dan Tantangan; (5) Arsip, Manuskrip, dan Sumber Alternatif dalam Penulisan Sejarah Islam; (6) Islam, Identitas, dan Transformasi Masyarakat dalam Perspektif Sejarah; serta (7) Masa Depan Historiografi Islam di Era Kecerdasan Buatan.
Beragamnya tema tersebut menunjukkan bahwa kajian sejarah peradaban Islam terus berkembang dan tidak berhenti pada pembacaan terhadap peristiwa masa lalu. Sejarah juga menjadi ruang untuk memahami bagaimana identitas, ingatan kolektif, tradisi, pengetahuan, serta pengalaman kelompok-kelompok yang selama ini kurang mendapat ruang dalam historiografi dapat dihadirkan kembali melalui penelitian. Pada saat yang sama, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan turut membuka diskusi baru mengenai masa depan penelitian dan penulisan sejarah.
Melalui KONMASPI 2026, FAHUM UIN Sunan Ampel Surabaya berupaya menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan gagasan akademiknya sekaligus membangun jejaring keilmuan di bidang sejarah dan peradaban Islam. Kehadiran peserta dari berbagai latar institusi diharapkan dapat memperkaya diskusi serta mempertemukan beragam pendekatan dalam memahami sejarah Islam, baik dalam konteks lokal, nasional, maupun global.
Seluruh abstrak terpilih selanjutnya akan dipresentasikan dalam rangkaian KONMASPI 2026 pada Selasa, 20 Oktober 2026, bertempat di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya.
KONMASPI 2026 diharapkan tidak hanya menjadi forum presentasi karya ilmiah mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan keberanian dalam membaca ulang sejarah, menghadirkan perspektif yang lebih beragam, dan mendorong lahirnya historiografi Islam yang semakin terbuka terhadap perkembangan zaman.
Sampai bertemu di KONMASPI 2026!